Revolusi yang pecah di Filipina pada hakikatnya adalah revolusi pemuda yang memangsa rintangan-rintangan jalan, membentangkan surat-surat kabar menjadi alas tidur mereka di jalan-jalan, di lapangan hijau dan tempat-tempat lainnya untuk menjaga malam dan membendung tank-tank yang diperintahkan Marcos menyerang mereka. revolusi itu juga merupakan revolusi kaum ulama, pendeta, pastor, dan biarawat…