Suasana syahdu menyelimuti jantung Kota Metro pada Minggu pagi (08/02/2026). Meskipun langit menggantung kelabu dan gerimis sedang membasahi area Taman Merdeka, antusiasme warga dalam merayakan Pekan Literasi tetap terasa hangat dan hidup.
Suasana gerimis justru memberikan nuansa yang berbeda pada gelaran tahun ini. Aroma tanah basah (petrichor) dan suara rintik hujan menciptakan atmosfer yang mendukung bagi para pengunjung untuk tenggelam dalam barisan kata.

Salah satu pengunjung mengungkapkan bahwa cuaca kali ini justru membuat kegiatan terasa lebih intim.
"Biasanya panas kalau di Taman Merdeka, sekarang malah adem. Membaca sambil mendengar suara hujan itu punya keasyikan tersendiri," ujar salah satu mahasiswa yang hadir.

Pihak penyelenggara memastikan bahwa kegiatan ini akan terus menjadi agenda rutin. Meskipun tantangan cuaca sempat membayangi, keamanan koleksi buku tetap menjadi prioritas utama dengan penggunaan penutup plastik transparan yang tetap estetis.
Pekan Literasi ini diharapkan menjadi momentum bagi Perpustakaan UM Metro untuk memperkuat posisinya sebagai Kampus Profetik, Profesional dan Mencerahkan.