Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
METRO — Suasana Taman Merdeka Kota Metro tampak begitu riuh dan penuh antusiasme pada Minggu (2/8/2026) pagi. Sejak pukul 06.30 WIB, ruang terbuka publik tersebut disulap menjadi lautan pecinta buku dan warga lokal yang berbondong-bondong menghadiri agenda NONGKI (Nongkrong Literasi). Acara yang menjadi ruang perjumpaan komunitas literasi ini makin berbobot dan bernyawa berkat partisipasi aktif dari UPT Perpustakaan Universitas Muhammadiyah (UM) Metro.
Mengusung isu yang sangat hangat dan relevan dengan dinamika masa kini, NONGKI kali ini menggelar sesi diskusi dan bedah buku bertajuk "Arah Pendidikan Gen Z Mau ke Mana?". Ratusan pengunjung yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum tampak antusias menyimak diskusi interaktif yang menghadirkan tiga narasumber terkemuka dari berbagai latar belakang.
Tiga tokoh utama yang membedah karya ini adalah M. Fahdi Fauzi Akbar, M.Pd. (Penulis Buku), Dr. Agus Muhammad Septiana, S.IP., M.H. (Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro), serta Dr. Ir. Eva Rolia, S.T., M.T., M.KM. (Wakil Rektor III UM Metro).
Dalam paparannya, M. Fahdi Fauzi Akbar mengungkapkan bahwa Generasi Z membutuhkan pendekatan pendidikan yang jauh lebih adaptif, berbasis teknologi, serta mampu mengasah keterampilan berpikir kritis tanpa mengesampingkan nilai etik.
Menanggapi gagasan tersebut, Kadis Pendidikan Kota Metro, Dr. Agus Muhammad Septiana, mengapresiasi tinggi kolaborasi literasi ini. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung ruang-ruang dialog publik yang memantik kesadaran kritis.
"Pendidikan Gen Z adalah tanggung jawab bersama. Melalui forum terbuka seperti NONGKI ini, gagasan ideal dapat bertemu langsung dengan realita di lapangan," ujar Dr. Agus di sela-sela acara.
Sementara itu, Dr. Ir. Eva Rolia menekankan komitmen UM Metro dalam mendampingi tumbuh kembang Gen Z di ruang akademis maupun sosial. Menurut Wakil Rektor III UM Metro ini, perguruan tinggi harus menjadi benteng inovasi yang siap memfasilitasi kreativitas, kepemimpinan, serta karakter tangguh mahasiswa era digital.
Kemeriahan tidak berhenti pada ruang diskusi. Kawasan Taman Merdeka makin disesaki pengunjung dengan hadirnya Lapak Baca gratis persembahan UPT Perpustakaan UM Metro yang menyajikan beragam pilihan koleksi literatur interaktif. Suasana kian hidup lewat balutan aneka pentas seni lokal yang memukau, serta lapak kriya dan membatik yang memberikan pengalaman edukasi psikomotorik secara langsung bagi anak-anak dan remaja.
Melalui keterlibatan aktif dalam NONGKI 2026, UPT Perpustakaan UM Metro membuktikan bahwa perpustakaan tidak lagi identik dengan ruang sunyi yang kaku, melainkan pusat peradaban dan ruang perjumpaan ide yang inklusif. Sinergi apik antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga ritme Kota Metro sebagai Kota Pendidikan yang cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap zaman.