/var/www/html/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:697 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR " - ") AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ", ") AS topic, b.edition, b.collation, b.sor, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id order by b.last_update desc limit 20 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%poeze, Harry A%" ]
Berdasarkan pada banyak bahan yang tidak dikenal, Harry Poeze dengan amat teliti menyusun kembali segala apa yang telah terjadi di seputar Madiun. Ia telah berhasil mengurai banyak teka-teki yang melatarbelakangi kejadian tersebut yang juga memberi jawaban, apakah persoalan Madiun harus disebut sebagai peristiwa lokal saja, ataukah suatu perebutan kekuasaan oleh kaum kamunis. Sampai sekarang ma…
Tan malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia dengan menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. ketika itu jepang sudah menduduki Indonesia. sebagai revolusioner buangan ia bekerja untuk kominteren dan paca 1927 memimpin partai repoblik indonesia yang ilegal dan anti kolonial.karena represi pemerintah belanda dalam tahun 1930 partai itu menjadi tidak bisabergerak…
Dalam periode yang dibicarakan dalam jilid ketiga ini Tan Malaka masih mendekam di penjara, namun demikian ia memiliki kesempatan untuk menulis. Sementara itu para pengikutnya sekali lagi terorganisir dalam Gerakan Revolusi Rakyat. Terdapat indikasi mungkin ia akan dibebaskan. Tan Malaka di dalam sel menulis autobiografi dalam tiga jilid. Sebuah analisis mendalam menunjukkan bahwa autobigraf…
Tan malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia dengan menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. ketika itu jepang sudah menduduki Indonesia. sebagai revolusioner buangan ia bekerja untuk kominteren dan paca 1927 memimpin partai repoblik indonesia yang ilegal dan anti kolonial.karena represi pemerintah belanda dalam tahun 1930 partai itu menjadi tidak bisabergerak…