Pencarian berdasarkan :
Pencarian terakhir:
METRO — Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menggelar Pelatihan Disability Awareness pada Selasa–Rabu, 8–9 September 2026, di Auditorium Gedung Dr. Soetomo, Kampus 3 UM Metro. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Untuk Mewujudkan Kampus Inklusi” dengan fokus pada peningkatan pemahaman sivitas akademika dalam berkomunikasi dan memberikan layanan yang tepat kepada penyandang disabilitas.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang ramah, aman, dan setara bagi seluruh mahasiswa. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kesadaran terhadap kebutuhan penyandang disabilitas, termasuk bagaimana berinteraksi secara tepat serta menghindari perlakuan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa inklusivitas bukan hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga menyangkut sikap dan kualitas pelayanan. Dosen, tenaga kependidikan, serta pengelola layanan kampus memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman akademik yang setara bagi seluruh mahasiswa.
Nilai inklusifitas tersebut juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan UM Metro. Sebagai pusat sumber informasi dan penunjang kegiatan akademik, perpustakaan dituntut memberikan akses layanan yang dapat dimanfaatkan seluruh pemustaka, termasuk pemustaka penyandang disabilitas.
Pustakawan memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan kepada pemustaka yang membutuhkan bantuan, baik dalam menemukan koleksi, mengakses sumber informasi, memanfaatkan layanan digital maupun menggunakan fasilitas perpustakaan. Pemahaman mengenai disability awareness dapat menjadi bekal bagi pustakawan untuk memberikan pelayanan yang lebih komunikatif, responsif, dan tidak diskriminatif.
Melalui pelatihan tersebut, UM Metro memperkuat komitmen untuk membangun budaya kampus yang menghargai keberagaman. Implementasi kesadaran disabilitas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diterapkan dalam berbagai layanan kampus, termasuk perpustakaan sebagai salah satu ruang belajar dan akses informasi bagi seluruh sivitas akademika.
Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyedia koleksi dan informasi, tetapi juga menjadi ruang belajar yang inklusif, ramah, dan terbuka bagi semua pemustaka.