Image of Hamka : retorik Sang Buya

Text

Hamka : retorik Sang Buya



Hamka menulis dengan melakukan perantauan. Melalui perantauan, ia mendapatkan banyak kontak pemikiran dan kebudayaan. Sebagai seorang nasionalis, peran sertanya dalam menjadi ketua MUI tidak dapat dimungkiri, ia berani memberikan kritik kepada presiden Sukarno, meski setelah itu ia dipenjara.

Tidak ada dendam yang dilahirkan oleh Hamka. Ia tetap menulis meskipun di dalam penjara. Ia menuntaskan tafsir Al-Azhar di dalam selnya. Dan, ketika ia bebas, ia sama sekali tidak merasa benci kepada Sukarno. Bahkan, pada kematian Sukarno, Hamka-lah yang menyalatinya.

Perjalanan yang menjadikannya penulis sekaligus Ulama', dan lebih dari itu sebagai penjaga adat Minangkabau, telah menjadikan Hamka sebagai Hamka yang dikenal saat ini. Tulisan dan pemikirannya abadi meskipun raganya telah mendekam di liang lahat.


Ketersediaan

29298922.97 Emh h c.1Cadangan (Cadangan)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
29299922.97 Emh h c.2Sirkulasi (Rak 10)Tersedia
29300922.97 Emh h c.3Sirkulasi (Rak 10)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
922.97 Emh h
Penerbit Sociality : Yogyakarta.,
Deskripsi Fisik
304 hal. : il. ; 20 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786026673664
Klasifikasi
922.97
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this